h1

Musuh Duapuluh Tahun Mendatang

Januari 30, 2008

Dalam setiap kemasan rokok pasti tercantum kalimat: merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. Toh kalimat peringatan itu tak membuat sebagian besar perokok untuk berhenti merokok. Salah satu alasan sulitnya banyak orang menerima bahaya penggunaan tembakau terhadap kesehatan, karena penyakit akibat merokok tidak timbul seketika. Penyakit akibat konsumsi rokok seperti kanker paru baru akan terasa 20 sampai 25 tahun setelah seseorang mulai merokok. Bila seseorang tergolek di ranjang rumah sakit karena kanker paru-paru, barulah dia akan sadar bahwa rokok benar-benar sebagai musuhnya.

Walau sudah sering diungkap dalam banyak tulisan, kandungan beracun rokok memang harus selalu dibeberkan. Seperti diketahui asap tembakau mengandung 4000 bahan kimia, tar, dan nikotin, termasuk 43 di antaranya yang diketahui menyebabkan kanker (karsinogen) pada manusia. Nikotin merupakan racun alkaloid yang hanya ada di dalam tembakau, bersifat sangat adiktif (menyebabkan ketagihan) dan mempengaruhi otak dan susunan saraf pusat.

Dalam jangka panjang, nikotin akan menekan kemampuan otak untuk mengalami kenikmatan, sehingga perokok senantiasa membutuhkan kadar nikotin yang lebih tinggi untuk mencapai tingkat kepuasan dari ketagihannya. Sifat nikotin yang sangat adiktif ini dibuktikan oleh adanya jurang antara jumlah perokok yang ingin berhenti merokok dan mereka yang berhasi. Survei pada anak-anak sekolah usia 13-15 tahun di Jakarta menunjukkan bahwa 20,4% adalah perokok tetap,dan 80% di antaranya ingin berhenti merokok tetapi tidak berhasil.

Konsumsi rokok, termasuk perokok pasif, mengakibatkan berbagai macam penyakit, antara lain paru-paru, jantung, kanker, gangguan kehamilan dan lain-lain. Pada paru-paru, zat-zat berbahaya dari asap rokok bisa menimbulkan sejumlah penyakit serius seperti penyakit paru obstruktif kronis, kanker paru dan penurunan faal paru. Pada jantung, seorang perokok beresiko tiga kali lebih besar terkena serangan jantung dibandingkan mereka yang bukan perokok.

Para perokok juga beresiko terkena kanker mulut lima kali lebih besar, karena asap rokok dihisap melalui mulut. Kemungkinan terkena anker tenggorokan bagi perokok juga sembilan kali lebih besar daripada mereka yang tak merokok. Perokok juga beresiko terserang beberapa jenis kanker lain seperti kanker kandung kemih, kanker bibir, lidah, pankreas, esofagus, dan kanker leher rahim.

Perokok perempuan berusia 35 tahun ke atas beresiko meninggal akibat kanker paru 12 kali lebih besar daripada perempuan yang tak merokok. Selain itu rokok juga bisa mengakibatkan ganggung rteproduski pada pria maupun wanita. Gangguan pada pria dapat berupa impotensi, kemandulan, dan gangguan sperma. Pada wanita gangguan itu berupa nyeri haid, menopause lebih dini, dan kemandulan. Di masa kehamilan, rokok meningkatkan resiko keguguran, kelahiran prematur, kematian bayi lahir, turunnya berat badan janin, gangguan tumbuh kembang, gangguan oksigenisasi, dan gangguan enzim pernafasan pada janin (Republika, 7 Januari 2007). Nikotin dan zat kimia lain dalam tembakau mengalir juga dalam air susu ibu (ASI). Anak yang menjadi perokok pasif sekaligus mendapat ASI yang tercemar zat kimia dalam tembakau memiliki kadar kotinin (hasil tambahan nikotin) yang tinggi dalam urin mereka.

Bahaya akibat konsumsi rokok itu tak terbatas pada rokok konvensional. Cerutu, pipa, shisha, dan rokok lintingan memiliki konsekuensi yang sama dengan rokok biasa. Juga rokok dengan kadar tar rendah atau kadar nikotin rendah tak mengurangi bahaya merokok. Tak mengherankan bila Organisasi Kesehatan Dunia pada 2003 melarang pernyataan yang menyesatkan tentang adanya rokok jenis light, mild maupun rendah tar.

Musuh berupa asap rokok memang tak mudah dipegang. *

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s